BARA EROPA
Man. City v Liverpool
MANCHESTER - Di awal musim, Manchester City pernah meramaikan persaingan papan atas Premier League. City pun disebut-sebut bakal merebut satu di antara empat jatah Inggris ke Liga Champions musim depan. Namun, berangsur-angsur posisinya terkejar tim mapan lainnya. Antara lain, Liverpool.
Dalam Boxing Day (pertandingan yang diadakan sehari setelah Natal, Red) lalu, City hanya bermain draw lawan Blackburn Rovers di Stadion City of Manchester. Tak hanya rekor sempurna dalam sembilan home yang ternoda, tim asuhan Sven-Goran Eriksson itu digusur Liverpool dari posisi keempat (batas terakhir Zona Liga Champions).
Nah, kesempatan City kembali merebut posisi keempat terbuka karena akan bersua Liverpool malam ini (30/12) di City of Manchester (siaran langsung ESPN-Astro pukul 23.00 WIB). Tak hanya peringkat keempat, kemenangan akan mengembalikan kepercayaan diri pemain City di kandang sendiri.
The Citizens (julukan Manchester City) juga harus memaksimalkan partai lawan Liverpool karena di laga berikutnya, tiga hari lagi, harus melawat ke kandang Newcastle United. Itu berbeda dengan The Reds (julukan Liverpool) yang tiga hari lagi akan menjamu lawan lumayan enteng Wigan Athletic. "Lolos ke Piala UEFA merupakan hasil bagus bagi kami. Tapi, Liga Champions adalah level yang diinginkan pemilik klub," ungkap Eriksson kepada The Sun.
Eriksson tentu berusaha memenuhi ambisi petinggi City yang tak lain adalah Thaksin Sinawatra, mantan perdana menteri Thailand. Thaksin sudah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membangun kekuatan klub sekota Manchester United itu.
Memang, Thaksin sepertinya tidak akan merogoh kocek dalam jumlah besar di bursa transfer Januari nanti. Tapi, jika di akhir musim ini City bisa lolos ke Liga Champions, sudah tentu amunisi tim bakal dipenuhi dengan pemain bintang.
Kans City menekuk Liverpool tetap sangat terbuka jika tidak membuat kesalahan seperti saat lawan Blackburn. Apalagi, kekuatan tim bertambah karena playmaker asal Brazil Elano siap tampil kembali. Begitu juga dengan gelandang bertahan Dietmar Hamman yang notabene eks punggawa The Reds. Tugas Hamman sangat jelas, mematikan motor serangan Liverpool Steven Gerrard. "Saya tahu kemampuan Stevie (sapaan Steven Gerrard, Red). Saya tidak yakin kami bisa menghentikannya, tapi kami tidak akan membuatnya merajalela di lapangan," urai Eriksson, mantan arsitek Timnas Inggris, kepada BBC.
Sekalipun jadi lawan kali ini, Liverpool tetap punya arti spesial bagi Eriksson. Semasa kecil, pelatih asal Swedia itu mengidolakan The Reds. Sebelum terpilih mengarsiteki City, diam-diam Eriksson tertarik mengarsiteki klub asal Merseyside tersebut. "Mereka tim tangguh di masa lalu dan sekarang. Saya selalu menjadi fans Liverpool," katanya.
Dalam laga nanti, Liverpool bakal menghadapi masalah di lini belakang. Di Boxing Day, tim besutan Rafael Benitez tersebut dipaksa bekerja ekstrakeras mengalahkan Derby County. Efeknya, defender Sami Hyypia mengalami masalah dengan engkelnya.
Memang, Daniel Agger yang absen tiga bulan karena cedera metatarsal sudah berlatih. Tapi, menurunkan pemain asal Denmark itu merupakan langkah gambling. Kemungkinan lain, Benitez bisa memainkan pemain muda Jack Hobbs atau menggeser Alvaro Arbeloa ke tengah.
"Kondisi tersebut tidak bagus bagi kami. Kami tahu, City sangat termotivasi untuk mengalahkan kami. Karena itu, kami akan sangat berhati-hati," ungkap Benitez sebagaimana dikutip Sportinglife. (dns)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar